Telp: (0252) 201907 - Email: disketapang@lebakkab.go.id

Lebak, - (14/01/19) Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak hanya mengkonsumsi beras atau nasi sebagai bahan pangan pokok, tetapi juga berbagai macam bahan pangan. Salah satu bahan pangan yang sudah menjadi bahan pengganti nasi atau beras yaitu singkong. Secara ilmiah, singkong memiliki nama ilmiah Manihot utilissima. Di Indonesia sendiri singkong memiliki banyak sekali nama sebutan seperti ubi kayu, ketela pohon dan pohong. Singkong sendiri merupakan salah satu jenis tumbuhan perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Tidak hanya umbinya saja yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, begitupun daunnya biasa dimanfaatkan sebagai sayur.

Adapun ciri dari tanaman singkong yaitu dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 7 m berdaun menjari dan berwarna hijau. Untuk akarnya, singkong merupakan salah satu jenis tanaman berakar tunggang dengan sejumlah akar bercabang yang membentuk umbi dan dapat dimakan. Adapun ukuran singkong yang memiliki garis tengah sepanjang 2 cm hingga 3 cm dengan panjang umbi berkisar 50 cm hingga 80 cm. untuk umbinya sendiri memiliki kulit luar agak kasar berwarna coklat, sedangkan untuk daging buahnya berwarna putih hingga kekuning- kuningan. Di Indonesia sendiri singkong biasanya disajikan dengan cara direbus terlebih dahulu agar teksturnya lembut dan memiliki citarasa yang lezat. Singkong rebus selain memiliki rasa yang lezat, juga memiliki banyak sekali nutrisi yang baik untuk tubuh anda.

 

Kandungan Nutrisi Singkong Rebus

  • Air
  • Kalori
  • Protein
  • Serat
  • Glukosa
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Potassium
  • Sodium
  • Mangan
  • Selenium
  • Thiamin
  • Riboflavin
  • Vitamin A, B, C dan E
  • Folat

Manfaat Singkong Rebus

  1. Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat pada singkong rebus sangat baik bagi anda yang sering mengalami susah BAB ataupun sembelit, sehingga pencernaan anda akan lebih lancar.

  1. Menyembuhkan Diabetes

Bagi anda yang memiliki riwayat diabetes, anda dapat menyembuhkan dan mengatasinya dengan mengkonsumsi singkong rebus secara teratur.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Singkong rebus sangat bagus bagi anda yang ingin memiliki jantung sehat dan kuat agar tidak mudah terkena gangguan ataupun penyakit.

  1. Mengatasi Kecanduan

Bagi anda yang ingin menghilangkan kebiasaan ataupun rasa kecanduan rokok dan alkohol dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi singkong rebus.

  1. Menghilangkan Mata Panda

Memiliki lingkaran hitam di sekitar mata dapat mengganggu penampilan anda, anda fdapat menghilangkannya dengan mengkonsumsi singkong rebus.

  1. Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi

Bagi anda yang sering mengalami gusi berdarah atau ingin memiliki gigi yang sehat dan terhindar dari penyakit gigi, anda bisa memanfaatkan singkong rebus.

  1. Mencegah Peradangan

Singkong rebus sangat efektif untuk mencehgah peradangan seperti radang tenggorokan dan lambung.

  1. Meredakan Asma

Bagi anda yang memiliki riwayat asma, anda dapat mengatasi dan meredakannya dengan mengkonsumsi singkong rebus setiap pagi.

  1. Mengatasi Nyeri Saat Batuk

Selain mengatasi asma, singkong ebus dapat meredakan rasa nyeri yang anda alami saat batuk.

  1. Memulihkan Penyakit Bronchitis

Singkong rebus juga sangat efektif untuk dijadikan sebagai obat penyakit bronchitis.

  1. Meningkatkan Sistem Imun

Jika anda mengkonsumsi singkong rebus secara berkala, anda dapat meningkatkan sistem imun tubuh sehingga anda tidak mudah terserang berbagai macam penyakit.

  1. Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan nutrisi yang ada pada singkong rebus sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit anda, selain itu juga mampu menutrisi kulit anda dengan baik.

  1. Menjaga Kesehatan Mata

Singkong rebus memiliki kandungan vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata anda, jika anda mengkonsumsinya secara teratur maka mata anda akan selalu terjaga kesehatannya.

  1. Mengatur Kadar Kolesterol

Singkong rebus juga dapat mengatur kadar kolesterol anda agar stabil.

  1. Meredakan Stress

Singkong rebus sangat bermanfaat bagi anda yang ingin meredakan stress, aroma serta rasa yang ada pada singkong rebus dapat menenangkan pikiran dan saraf anda.

  1. Menstabilkan Gula Darah

Memiliki kadar gula darah berlebihan ataupun rendah sangat berbahaya untuk kesehatan anda, untuk mengatasinya anda bisa mengkonsumsi singkong rebus secara berkala.

  1. Mengatasi Anemia

Kandungan zat besi yang ada pada singkong rebus sangat baik bagi anda yang sering mengalami anemia, selain dapat mengatasi anemia singkong rebus juga sangat baik untuk mencegah terjadinya gejala anemia.

  1. Mengatasi Lelah

Selain mengatasi anemia, singkong rebus juga dapat mengatasi lelah karena kandungan kalori dan karbohidrat yang baik.

 

Panjangnya rantai pasok komoditas pangan disinyalir sebagai faktor yang menyebabkan tidak efisiensinya tata niaga pangan. Hal ini diindikasikan oleh tidak seimbangnya perolehan marjin dari masing-masing pelaku pasar. 

‚ÄčKondisi timpang ini telah berlangsung lama dan berkontribusi sangat nyata terhadap tingkat kesejahteraan petani. Disisi lain, panjangnya pelaku tata niaga pangan tersebut membuat konsumen sulit memperoleh harga wajar sehingga harus menerima harga akumulasi dari marjin keuntungan yang diperoleh dari pelaku rantai pasok. 

Mencermati kondisi tata niaga pangan tersebut, Kementerian Pertanian cq Badan Ketahanan Pangan menggulirkan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI) sebagai terobosan baru guna memangkas rantai pasok. Oleh karena itu. Kegiatan ini membawa misi untuk melindungi produsen dari jatuhnya harga dan disisi lain, melindungi konsumen dari tingginya harga pangan sehingga tercipta tata niaga pangan yang berkeadilan.

LEBAK. – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak melaksanakan Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI).
Kepala Bidang Distribusi dan Pemanfaatan Pangan Dani Hendarman menjelaskan, Toko Tani Indonesia di Lebak berada di Kecamatan Warunggunung yang dikelola oleh Suherman. Toko ini menyediakan berbagai macam produk hasil tani, seperti beras, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Kemudian daging ayam, telur ayam, hingga daging kerbau.

“Semua itu bisa didapat dengan harga yang cukup murah dibandingkan harga pasaran. Toko Tani Indonesia, selain menjual hasil pertanian dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat, juga melindungi konsumen dari tingginya harga pangan, sehingga tercipta tata niaga pangan yang berkeadilan,” kata Dani usai kegiatan Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia, Selasa (24/10).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Kosim Ansori mengatakan, sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, sudah sangat jelas bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertugas mengendalikan ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketersediaan bahan pangan pokok harus tersedia dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik, serta harga yang wajar untuk dapat menjangkau daya beli di tingkat konsumen atau masyarakat.

“Program PUPM TTI dalam rangka menstabilkan pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen, serta pemenuhan ketersediaan pangan ini digulirkan Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan. PUPM juga untuk menyerap produk pertanian dengan harga yang layak dan menguntungkan bagi para petani pangan, menstabilkan pasokan dan harga bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau dan wajar,” ujarnya.

Lebak.- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak menyalurkan beras untuk masyarakat sejahtera hingga bulai Mei 2017 mencapai 5.332.208 kilogram (kg) dari total 19.121.760 kg yang dipersiapkan.

"Kami mengapresiasi penyaluran rastra mencapai 27,89 persen sehingga mencapai target nasional," kata Kepala Bidang Distribusi dan Pemanfaatan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Dani Hendarman saat dihubungi di Lebak, Jumat (19/5).

Demi Mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Pemerintah Kabupaten semakin gencar menyalurkan rasta.

Pendistribusian rastra hingga kini berjalan lancar ke 345 desa dan kelurahan sehingga memenuhi kebutuhan pangan juga dapat mengendalikan inflasi.

Saat ini, menjelang Ramadhan dipastikan harga kebutuhan bahan pokok melonjak.

Karena itu, pendistribusian rastra sangat membantu untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Masyarakat menerima rastra sebanyak 15 kilogram per KK dengan harga di tingkat titik distribusi sebesar Rp1.600 per kg.

Saat ini, jumlah penerima rastra di Kabupaten Lebak sebanyak 106.232 KK tersebar di 28 kecamatan.

"Kami hingga kini belum menerima laporan warga Lebak mengalami ancaman kerawanan pangan setelah penyaluran rastra berjalan lancar," katanya.

Menurut Dani, saat ini penyerapan rastra mencapai 27,89 persen atau 5.332.208 kilogram (kg) dari total pagu 19.121.760 Kg.

Penyerapan rastra itu tampak lancar setelah kepala desa atau lurah setempat mengajukan kepada Dinas Ketahanan Pangan.

Pengajuan rastra itu, kata dia, nantinya diusulkan ke Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang.

"Dengan pengajuan ke Bulog itu nanti langsung dipasok beras bersubsidi ke daerah bersangkutan," ujarnya menjelaskan.

Sejumlah ibu rumah tangga warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka sangat terbantu adanya penyaluran rastra sehingga bisa mengurangi beban ekonomi keluarga.

Saat ini, harga beras jenis premium di pasaran kisaran Rp9.000 sampai Rp9.800 per kilogram.

Namun, mereka warga sangat lega setelah menerima rastra dengan harga murah dan terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kami membeli rastra hanya Rp1.600 per kilogram dengan jatah sebanyak 15 Kg dan mencukupi selama 20 hari," kata Nurmanah (45) seorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

LEBAK. - (2/11/2017) Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan bentuk integrasi dari sekumpulan pekarangan untuk memenuhi penyediaan pangan kebutuhan rumah tangga.

Agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat terhadap keindahan lingkungan maka perlu dilakukan penataan. Penataan lingkungan kawasan diperlukan agar dapat membentuk lingkungan asri dan nyaman, serta menjadi daya tarik bagi orang lain untuk melakukan replikasi.

Penataan pekarangan dan pemanfaatan lahan pekarangan harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia di masyarakat. Berdasarkan luasan lahan dan pemanfaatannya, pekarangan dapat digolongkan menjadi:

a. Strata 1 (kategori sempit)

1) Luas pekarangan <100 m2, atau tanpa pekarangan (hanya teras rumah).

2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah dengan teknik budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur atau kolam tong.

3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung; •Tanaman obat keluarga (Toga) misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Budidaya ikan air tawar seperti lele, nila, dsb.

b. Strata 2 (kategori sedang)

1) Luas pekarangan 100-300 m2.

2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah dengan teknik budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur, bedengan/sorjan di sisi batas pekarangan, kandang ayam sistem ren dan kolam ikan terpal.

3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung dsb; •Toga misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Umbi-umbian misalnya ubi jalar, ubi kayu, talas, dan lainnya yang mempunyai pangsa pasar dan subtitusi sumber karbohidrat; •Budidaya ikan tawar misalnya ikan lele, nila, gurami.

c. Strata 3 (katagori luas)

1) Luas pekarangan >300 m2.

2) Penataan pekarangan yang sesuai adalah budidaya dan alokasi pot polybag/vertikultur, bedengan/sorjan di sisi batas pekarangan, hamparan, kandang ayam sistem ren, kandang kambing dan kolam terpal/tanah.

3) Komoditas yang dikembangkan: •Sayuran misalnya cabai, terong, tomat, sawi, kenikir, bayam, kangkung dsb; •Toga misalnya laos, jahe, kencur, sirih; •Umbi-umbian misalnya ubi jalar, ubi kayu, talas, mbote, garut dan lainnya yang mempunyai pangsa pasar dan subtitusi sumber karbohidrat; •Ternak ayam buras; •Budidaya ikan air tawar misalnya ikan lele, nila, gurami; •Buah-buahan seperti nenas, pisang, jeruk manis, mangga unggulan, pepaya, sawo dsb; •Tanaman pakan ternak (leguminose); pagar hidup.

Penataan yang baik menjadikan lingkungan yang indah dan menyenangkan. Desain untuk penataan tanaman pada lingkungan kawasan disusun secara bersama-sama seluruh warga masyarakat dengan memperhatikan estetika dan kepentingan warga. (ADVERTORIAL/DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN LEBAK)

Page 2 of 3